United Tractor Investasi Rp 2,82 Triliun Melalui Anak Usaha
Sabtu, 17 Oktober 2009
Views : 332
JAKARTA - Cerahnya masa depan bisnis pertambangan batubara membuat PT United Tractor Tbk (UNTR) melalui anak perusahaan mereka yakni PT Pamapersada Nusantara (Pama) yakin untuk memperkuat ekspansi mereka dengan menyuntikan dana sekitar US$ 282 juta atau sekitar Rp 2.82 triliun.
Dana sebesar itu rencananya akan mereka gunakan untuk melakukan pembelian alat berat untuk menunjang operasional produksi mereka. Keyakinan UNTR dan Pama tersebut merupakan respon mereka atas keyakinan mereka bahwa kondisi industri pertambangan nasional akan kembali menggeliat di tahun depan seiring lunturnya dampak dari krisis ekonomi global yang menurunkan harga komoditas seperti batu bara.
"Nilai investasi itu bisa saja lebih besar lagi sebab US$ 282 juta ini baru untuk pembelian peralatan produksi belum termasuk investasi bisnisnya," ujar Vice President Director PT Pamapersada Nusantara Dwi Priyadi dalam workshop di Lembang, Jawa Barat, Jumat (16/10/2009).
Investasi itu sendiri menurut Dwi saat ini sudah disetujui oleh induk perusahaan UNTR dan Pama yakni Astra International Tbk.
KUALA KAPUAS - Selama bulan Juni 2009, Polres Kapuas telah menjaring sebanyak 18 orang anggota polisi yang dinilai telah melanggar disiplin. Sejumlah anggota polisi tersebut juga kini telah mendapatkan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan perbuatannya.
“Ada 18 orang anggota yang telah kita kenakan sanksi. Sebabnya macam-macam, ada yang telat masuk kantor, lalai dalam tugas, serta banyak lagi pelanggaran disiplin lainnya,” ujar Kapolres AKBP H Yun Imanulah Sik, ditemui usai apel peringatan HUT Bhayangkara ke 63 di Mapolres Kapuas, Rabu (1/7).
Dalam peringatan tersebut, kapolres juga menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota polisi dan anggota masyarakat yang berprestasi serta mengumumkan anugrah kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi kepada sebanyak 52 orang anggota polres dari sebanyak 56 orang anggota yang diusulkan. 4 anggota yang tidak dapat naik pangkat tersebut, dikarena masih belum memenuhi kriteria dapat dinaikan pangkat.
KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soemarno Sostroadmodjo Kuala Kapuas, kembali menggelar Operasi Katarak gratis yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini, dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2009.
Menurut Dirut RSUD Kapuas, dr Bawa Budiraharja, kegiatan operasi katarak yang mereka laksanakan dari kemarin berjalan dengan lancer. Sampai dengan Selasa (9/6), sudah dilaksanakan operasi sebanyak 21 mata. “Semua operasi berjalan dengan lancar,” ungkapnya, Rabu (10/6) siang.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada persatuan dokter ahli mata Indonesia (Perdami) yang telah bekerjasama dengan pihaknya yang ke semuanya untuk kelancaran program pengentasan penyakit katarak untuk masyarakat miskin.
KUALA KAPUAS - Tak terawatnya tugu Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 yang terletak di lapangan Bukit Ngelangkang Kuala Kapuas, mendapat sorotan dari Ketua Legiun Veteran Repulik Indonesia (LVRI) Kapuas, Padlansyah.
Menurutnya, tak terawatnya tugu proklamasi tersebut lantaran tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Padahal, tugu tersebut merupakan tugu sejarah bagaimana para pejuang bangsa ini yang masih hidup maupun yang sudah wafat dalam memperjuangkan kemerdekaan untuk generasi penerus kedepannya.
“Coba anda lihat tuguh bersejarah yang ada di Bukit Ngelangkang, sangat tak terawat. Rantai dan pagar pembatasnya sudah copot, namun itu tak pernah diperbaiki. Itu artinya tak diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Padlansyah.
Selain mengharapkan perhatian pemerintah untuk menjaga dan merawat tugu proklamasi tersebut. Padlansyah juga berharap, agar para pejuang yang tergabung di LVRI Kapuas kiranya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah.
KUALA KAPUAS - Ratusan (Jamkesmas) yang diperuntukan untuk keluarga masyarakat kurang mampu di beberapa kelurahan, belum tersalurkan. Belum tersalurkannya kartu kesehatan tersebut, lantaran data identitas sipenerima kartu tak jelas.
Seperti halnya tak tercantumnya data alamat tempat tinggal warga yang berhak menerimanya, serta tak diketahui pula nomor rukun tetangga (RT) si penerima kartu kesehatan itu.
Di Kelurahan Selat Hilir sendiri, masih terdapat sekitar 50 persen kartu Jamkesmas yang belum tersalurkan kepada warga. Hal itu lantaran tak jelasnya alamat dan data kependudukan warga sipenerima kartu Jamkesmas.
“Di kartu Jamkesmas itu, banyak nama warga yang alamat tempat tinggalnya tidak tercantumkan. Sehingga kami pun kesulitan untuk menyalurkannya,” ujar Lurah Selat Hilir, Nuryani, Selasa (9/6) siang.