KUALA KAPUAS - Dari 134 sekretaris desa (sekdes) definitif di Kabupaten Kapuas, Kalteng hanya 69 saja yang bakal diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS). Selebihnya, dianggap tidak memenuhi syarat.
Dari 69 sekdes itu, tak semuanya langsung terima SK PNS, melainkan secara bertahap. "Untuk 2009 ini, ada 49 sekdes yang akan terima SK PNS. Mereka merupakan formasi pengangkatan 2007," kata Kabid Pemerintahan Desa, Yahunda, Rabu (21/1).
KUALA KAPUAS - Tingginya gelombang laut Jawa saat ini, dipastikan tidak akan mempengaruhi ketersediaan beras di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Kapuas, Kalteng.
"Droping beras dari Jawa Timur sudah masuk gudang sebelum musim gelombang. Jadi, untuk sementara stok beras Kapuas aman," kata Kasi Pelayanan Publik Bulog Kapuas, Suriansyah di kantornya, Selasa (20/1).
Di gudang Bulog Kapuas,saat ini tersimpan sebanyak 1.432 ton. Beras itu merupakan persediaan untuk beras miskin (raskin) dan anggota jatah anggota Polri Kapuas.
KUALA KAPUAS - Para pegawai pada seluruh dinas maupun instansi di Kabupaten Kapuas, diharuskan kembali menyerahkan data ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ini dilakukan karena berkas yang ada telah jadi arang.
Tidak hanya bagi pegawai berstatus negeri. Para tenaga honor dan CPNS pun diwajibkan untuk melengkapi berkas yang diperlukan. "Besok (hari ini, Red) suratnya akan dipersiapkan agar segera dibagi kepada seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)," ungkap Kepala BKD Kapuas Suhardjo, Minggu (18/1).
Di Kabupaten Kapuas, tercatat lebih dari 7.500 pegawai berstatus negeri. Jumlah ini belum termasuk ratusan honorer dalam database dan CPNS yang kelulusannya belum lama tadi diumumkan.
KUALA KAPUAS - Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi bakal dihadapi para petani di Kabupaten Kapuas, Kalteng. Kemungkinan ini muncul justru di saat daerah itu menggencarkan perluasan kawasan tanam.
Berdasarkan alokasi yang ditetapkan berdasar SK Gubernur Kalteng, jatah pupuk urea bersubsidi bagi Kapuas masih berkisar sebanyak 3.768 ton untuk 2009. Padahal, dengan target luas tanam untuk Agustus-September yang mencapai 86.990 hektare, standar minimal keperluan pupuk setidaknya diperlukan 7.000 ton.
"Dengan alokasi 3.700 ton, diperhitungkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi Kapuas sampai pertengahan Mei 2009," ungkap Kepala Dinas Pertanianan Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distantura) Kapuas Afiadin Husni, akhir pekan lalu.
KUALA KAPUAS - Penyebab terjadinya kebakaran tiga kantor dan beberapa rumah warga di sekitarnya, masih menjadi teka-teki. Namun ada dugaan, api pertama muncul justru dari dalam ruangan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Hal ini tersirat dari diungkapkan AKBP Ir Didik Subiantoro, ketua tim forensik Polda Jatim yang melakukan identifikasi di lokasi sekitar tempat kejadian, Jumat (16/1) petang. "Anda tadi kan sudah melihat kami melakukan pemeriksaan di mana," jawab Didik sambil tersenyum.
Dari pantauan BPost, tim forensik yang terdiri dari dua orang itu melakukan pemeriksaan selama lebih kurang tiga jam di antara puing bangunan gedung Kantor BKD yang pertama kali terbakar. Kawasan yang menjadi lokasi penelitian lebih banyak di dalam bangunan bekas kantor yang kini jadi arang tersebut.