Views : 556  |
KUALA KAPUAS - Merasa mendapatkan jatah beras raskin yang didistribusikan rusak, sebanyak 60 kepala keluarga di Desa Handil Jaga Tatas, Kecamatan Pulau Petak RT 18, mengeluh, Rabu (3/6) lalu.
Menurut warga setempat, Suriansyah (45), beras yang diterima itu sangat tidak layak untuk dikonsumsi, karena beras berwarna merah dan hancur serta disertai bubuk berwarna hitam dan berdedak.
“Meskipun beras yang dibagikan di tempat Ketua RT 18, Handil Jaga Tatas itu, tidak semuanya rusak, akan tetapi ada sebagian beras yang diterima warga tidak layak konsumsi,” ujar Suriansyah kepada wartawan, kemarin.
Dikatakannya, agar beras tersebut dapat dikonsumsi, warga pun terpaksa harus menggiling ulang untuk membersihkan beras tersebut kembali, karena warga tidak ada pilihan lagi, asal beras yang mereka terima itu dapat dikonsumsi.
Suriansyah menduga, beras yang dibagikan kepada warga itu adalah beras stok lama yang kualitasnya rusak. Dia mengaku, selama tahun 2009 ini pihaknya telah menerima 3 kali dengan jatah per Kepala Keluarga (KK) 13 Kg dengan tebusan 23.000 per 13 kg.
“Saya berharap agar pihak terkait dapat melakukan pengecekan kelapangan terhadap kwalitas beras yang disalurkan,” harapnya.
Suriansyah juga mengungkapkan, bahwa di Handil Handiwung per KK menerima beras 15 kg, sedangkan di Handil Jaga Tatas per KK hanya 13 kg per KK “Seharusnya jangan dibeda-bedakan, mesti rata dengan daerah lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bulog sub Regional I Kuala Kapuas Drs H Kasful Anwar saat ingin dikonfirmasi wartawan terkait dengan penyaluran beras raskin, Jumat (5/6) belum berhasil ditemui.[kapuaszone/irfan]
|
|
|
Users' Comments  |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
Add your comment
|