Views : 890  |
KUALA KAPUAS - Tak terawatnya tugu Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 yang terletak di lapangan Bukit Ngelangkang Kuala Kapuas, mendapat sorotan dari Ketua Legiun Veteran Repulik Indonesia (LVRI) Kapuas, Padlansyah.
Menurutnya, tak terawatnya tugu proklamasi tersebut lantaran tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Padahal, tugu tersebut merupakan tugu sejarah bagaimana para pejuang bangsa ini yang masih hidup maupun yang sudah wafat dalam memperjuangkan kemerdekaan untuk generasi penerus kedepannya.
“Coba anda lihat tuguh bersejarah yang ada di Bukit Ngelangkang, sangat tak terawat. Rantai dan pagar pembatasnya sudah copot, namun itu tak pernah diperbaiki. Itu artinya tak diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Padlansyah.
Selain mengharapkan perhatian pemerintah untuk menjaga dan merawat tugu proklamasi tersebut. Padlansyah juga berharap, agar para pejuang yang tergabung di LVRI Kapuas kiranya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memperharikan keberadaan kami para pejuang yang masih hidup ini,” harap Padlan seraya menyebutkan anggota LVRI Kapuas berjumlah sebanyak 450 orang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tugu Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 yang dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan, terletak di Taman Bukit Ngelangkang, Kuala Kapuas, kondisinya memang seperti tak terawat.
Pagar besi yang mengelilingi tugu yang telah dipugar pada 21 Maret 2002 oleh Bupati Kapuas terdahulu Ir Burhanudin Ali, ada yang hilang diambil oleh sitangan jahil dan terlepas dan ditaruh disekitar tugu. Ironisnya lagi rantai besi yang berada didalam pagar yang mengelilingi tugu semuanya telah hilang.
Kondisi tugu yang tak terawat tersebut, mengundang keprihatinan warga Kapuas. Seharusnya tugu yang dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan tersebut dirawat dengan baik oleh setiap warga negara Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pejuang.
“Kalau Pemerintah Kabupaten Kapuas tidak memeprhatikan tugu ini, apa kata dunia,” kata Edhot, seorang warga Kapuas. [kapuaszone]
|
|
|
Users' Comments  |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
Add your comment
|