United Tractor Investasi Rp 2,82 Triliun Melalui Anak Usaha
Sabtu, 17 Oktober 2009
Views : 398
JAKARTA - Cerahnya masa depan bisnis pertambangan batubara membuat PT United Tractor Tbk (UNTR) melalui anak perusahaan mereka yakni PT Pamapersada Nusantara (Pama) yakin untuk memperkuat ekspansi mereka dengan menyuntikan dana sekitar US$ 282 juta atau sekitar Rp 2.82 triliun.
Dana sebesar itu rencananya akan mereka gunakan untuk melakukan pembelian alat berat untuk menunjang operasional produksi mereka. Keyakinan UNTR dan Pama tersebut merupakan respon mereka atas keyakinan mereka bahwa kondisi industri pertambangan nasional akan kembali menggeliat di tahun depan seiring lunturnya dampak dari krisis ekonomi global yang menurunkan harga komoditas seperti batu bara.
"Nilai investasi itu bisa saja lebih besar lagi sebab US$ 282 juta ini baru untuk pembelian peralatan produksi belum termasuk investasi bisnisnya," ujar Vice President Director PT Pamapersada Nusantara Dwi Priyadi dalam workshop di Lembang, Jawa Barat, Jumat (16/10/2009).
Investasi itu sendiri menurut Dwi saat ini sudah disetujui oleh induk perusahaan UNTR dan Pama yakni Astra International Tbk.
Pama pun ternyata juga masih merencanakan akan membangun pelabuhan pengangkutan batu bara di Kalimantan Selatan dengan kapasitas angkut 1 juta ton.
Tidak hanya itu, kemungkinan membengkaknya investasi Pama tersebut juga akan terjadi bila rencana Pama mengakuisisi satu perusahaan tambang batu bara baru yang memiliki cadangan batu bara sebesar 40 juta ton.
Sebelumnya, Pama pun sudah sukses mengakuisisi perusahaan pertambangan Tuah Turangga Agung (TTA) di Kapuas, Kalimantan Tengah yang memiliki luas 5.000 hektar dengan cadangan batu bara sebesar 40 juta ton. Perusahaan ini mereka investasi dengan nilai investasi mencapai US$ 165 juta.
"Tambang ini akan melakukan produksi pertama pada 26 Oktober 2009 nanti dengan kapasitas produksi hingga akhir tahun ini sebesar 50.000 ton. Dan tahun depan diharapkan dapat memproduksi 1 juta ton, " ujarnya.
Dengan tambahan tenaga baru itu, Pama berharap dapat menjaring produksi batu bara hingga 77 juta ton pada tahun 2010 mendatang dengan perkiraan pendapatan mencapai Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun.
Angka tersebut naik dibandingkan perkiraan total produksi Pama di 2009 ini yang diperkirakan hanya akan mencapai angka 66 juta ton batu bara dengan perkiraan pendapatan mencapai Rp 17 triliun.
Hingga saat ini, total produksi batu bara Pama telah mencapai 59 juta ton dengan pendapatan US$ 1.59 miliar.
Sedangkan total aset yang dimiliki Pama saat ini mencapai US$ 1.1 miliar dengan jumlah alat berat yang dimiliki mencapai 1.794 unit. Dengan kekuatannya itu, saat ini Pama menguasai pangsa pasar di sektor kontraktor pertambangan mencapai 42% di 2008. [syu/dnl